Degradasi Simbol Ke-Karo-an

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Dalam sejarah bangsa tidak terlepas dari peradaban  dan budayanya. Tingginya peradaban dan budaya akan terlihat dalam peninggalan budaya, peralatan rumah tangga dan rumahnya. Simbol-simbol akan tampak dalam peradaban dan budaya itu sendiri. Begitu juga dengan suatu suku bangsa Karo, tentu  mempunyai banyak simbol. Tulisan ini bukan membawa  [...]

Kini Saatnya Membangun Karo

Berbagai usaha dilakukan Masyarakat Karo baik di Taneh Karo maupun diluar Kabupaten karo, dalam penjaringan Balon Bupati Karo kurang lebih 38 orang, akhirnya telah menghasilkan buah dengan terpilihnya Drs. Daniel Daulat Sinulingga dengan Ir Nelson Sitepu dalam Pilkada lalu. Berpuluh puluh karangan bunga sebagai ungkapan simpati dan selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Karo [...]

Layas Layasilah Perukurenta Gelah Reh Deherna Perkade-kadenta

Kata Perlebe Perlebe kuataken bujur man bandu kerina ibas kita enggo berproses seh paksa enda tempa-tempa niakapndu bagi sikurang menda tempa ngepkep percakapenta bas jejaring sosial enda lako mepelajari adat istiadat daerahta si memerluken pendalamen yang intensif la erngadi-ngadi la ertamat-tamat lit nge kari usur siakap kurang sibage kurang sibagah nina bas ukurta, perban kai, [...]

Menghilangnya Beru di Nama Wanita-Wanita Karo

gadis karo

Belakangan ini banyak sekali wanita-wanita Karo yang tidak lagi menggunakan br (beru) di namanya. Misalkan Anita br Ginting, dibuat menjadi Anita Ginting. Hal ini terlepas dari penggunaan nama di Facebook yang memang tidak memperbolehkan penggunaan gelar (Dr. Ir. Prof. dll) didalam pemilihan nama, dan br ini juga dianggap sebagai salah satu bagian dari gelar tersebut, [...]

Sastra Karo Selayang Dipandang

Sastra Karo Selayang Dipandang

Era Sastra Karo Sejak kapankah sastra Karo ada ? sejauh penelitian yang dilakukan penulis, tidak ada penanggalan yang akurat perihal masa pelontaran sastra Karo. Namun, guna memudahkan penelaahan, era sastra Karo dapat dibagi dalam dua masa, yakni Era Klasik dan Era Modern. Yang dimaksud dengan Era Klasik, adalah karya sastra yang lahir sebelum 28 Oktober [...]

Berastagi Tiada Duanya

tugu perjuangen berastagi

INGAT markisa dan jerus manis, ingat pula nama Berastagi, sebuah wilayah tujuan wisata utama di Tanah Karo yang terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut. Kawasan ini dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Markisa brastagi sangat terkenal sampai ke seluruh Indonesia, dan banyak dibuat [...]